Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

MENU

Jadwal Pelajaran

untuk melihat jadwal pelajaran silahkan klik disini

Milis pembelajaran

disini tempat diskusi guru dan siswa

Bagaimanakah tampilan blog ini?

Jumat, 23 April 2010

GURITA MENTAL INLADER

Jumat, 23 April 2010
0 komentar

“Engkau sarjana muda Resah mencari kerja Mengandalkan ijazahmu Empat tahun lamanya Bergelut dengan buku Untuk jaminan masa depan”

Beberapa bait syair lagu Sarjana Muda karya Iwan Fals tersebut merupakan gambaran nyata akan kondisi sarjana dewasa ini.

Sarjana yang lebih suka sebagai “job seeker” (para pencari kerja) ketimbang sebagai “job maker” (para pembuat kerja). Dengan hanya mengandalkan ijazah, mereka berpetualang dari satu tempat ke tempat lain. Meminjam istilah Iwan Fals, tak peduli berusaha lagi, namun kata sama yang kau dapat, yakni tidak diterima ataupun karena tidak adanya lowongan.

Kecenderungan sarjana menjadi job seeker tentu tidak lepas dari mengguritanya mental inlander (pekerja terjajah) dalam “mindset” mahasiswa, yakni seorang sarjana dianggap berhasil jika bekerja di kantor dengan pakaian rapi, tempat kerjanya jelas, dan cukup mentereng. Apalagi ditambah embel-embel pegawai negeri yang menjanjikan zona nyaman dan jaminan masa depan.

Karena itu, munculnya wacana bantuan kredit sarjana sebesar Rp 5 juta bagi sarjana merupakan langkah nyata pemerintah dalam mengurangi “pengangguran sarjana” yang dari tahun ke tahun jumlahnya semakin meningkat. Tercatat pada 2005, jumlah sarjana yang menganggur sebanyak 183.629 orang. Setahun kemudian, yakni tahun 2006, bertambah menjadi 409.890, tahun 2007 menjadi 740.000 orang. Pada Agustus 2009 melonjak menjadi 961.000 pengangguran. “Pengangguran sarjana” dewasa ini memang menjadi salah satu permasalahan sosial yang menarik. Semakin tinggi tingkat pendidikan ternyata tidaklah menjadikan seorang mudah untuk menjamin masa depan dalam hal kerja. Sebaliknya justru semakin besar peluang menjadi pengangguran.

Menurut Prof Winarno, Rektor Unika Atma Jaya, untuk mengatasi persoalan pengangguran, perlu hendaknya dikembangkan secara maksimal komitmen wirausaha (entrepreneurship) khususnya di kalangan pemuda. Suatu entrepreneur di suatu negara idealnya sedikitnya 2 persen dari jumlah penduduk (Gatra, 1 November 2009).

Akan tetapi, wacana bantuan kredit wirausaha sarjana bisa jadi hanya menjadi hal yang mubazir alias sia-sia belaka. Tatkala program itu tanpa didahului dengan upaya menghapus mental “inlander” terlebih dahulu. Mental “inlander” yang selama ini telah menyiutkan nyali sarjana untuk terjun dan menyoba dunia usaha. Dunia yang sebenarnya menjanjikan peluang untuk maju secara ekonomis lebih besar.

Upaya nyata untuk menghapus mental “inlander” dan menumbuhkan mental wirausaha pada sarjana dapat dilakukan dengan memasukkan wirausaha ke dalam kurikulum perguruan tinggi, yakni menjadikannya sebagai mata kuliah. Menurut penulis, konsep mata kuliah kewirausahaan idealnya terdapat kerangka teoretis dan praktisnya di lapangan. Oleh karenanya, perlu dibuat dua mata kuliah berbeda, yakni teori kewirausahaan dan praktik kewirausahaan.

Kedua mata kuliah itu dijadikan sebagai mata kuliah umum yang berarti wajib diambil oleh semua mahasiswa dari semua jurusan. Hal itu karena selama ini “kewirausahaan” terkesan eksklusif milik anak-anak ekonomi dan “haram” untuk dipelajari mahasiswa lain

read more

KAMI PUN TAK BISA TIDUR

0 komentar

Entah apa yang terjadi bila harga minyak mentah dunia naik menjadi 200 dollar Amerika Serikat per barrel seperti diprediksi Presiden OPEC Chabib Kelil. Tentu hal tersebut akan berdampak pada kenaikan yang luar biasa pada harga BBM dalam negeri.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saja sewaktu membuat kebijakan menaikkan harga BBM akhir tahun 2005 membuat dirinya kesulitan tidur berminggu-minggu. Apalagi jika kenaikan harga BBM kembali terjadi dengan kenaikan yang cukup besar, tentunya bukan lagi presiden yang kesulitan tidur melainkan juga seluruh rakyat Indonesia. Ya, karena memikirkan beban hidup yang semakin bertambah.

Hal ini wajar karena BBM saat ini menjadi sentral kehidupan. Hampir setiap aktivitas kehidupan berhubungan dengan BBM. Kenaikan BBM akan berakibat pada kenaikan berbagai barang-barang kebutuhan lain. Sehingga, dalam mengambil kebijakan untuk menaikkan atau tidak harga BBM menjadi sebuah langkah pelik yang penuh dengan risiko. Krisis energi yang saat ini melanda dunia berdampak pada melambungnya harga minyak mentah dunia. Bahkan, menurut Presiden OPEC Chabib Kelil, kenaikan akan menembus angka 200 dollar AS per barrel. Padahal, dengan harga yang ada saat ini berkisar di angka 95 dollar AS per barrel dalam APBN 2008 saja sudah membuat “kelimpungan” Pemerintah Indonesia.

Akibatnya pemerintah pun harus menaikkan harga BBM. Hal yang tentu akan dihindari pemerintah mengingat kebijakan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populis. Selain itu, kebijakan menaikkan harga BBM hanya akan meningkatkan jumlah penduduk miskin dan kontra produktif dengan misi pemerintah yang menginginkan penurunan angka kemiskinan menjadi 8,2 persen. Jalan terakhir sekaligus sebagai senjata andalan pemerintah selama ini adalah subsidi BBM. Dengan subsidi, beban masyarakat akan terkurangi. Namun, jikalau kenaikan benar-benar menembus angka 200 dollar AS, subsidi adalah mission impossible. Terlalu besar anggaran pemerintah yang harus dikeluarkan guna menyubsidi kenaikan tersebut, yang berimplikasi pada ketidaksehatan dan membengkaknya APBN.

Oleh karena itu, diperlukan solusi bersama guna mengatasi kenaikan harga minyak mentah dunia. Sebagai alternatif adalah dengan swasembada energi sehingga kebutuhan akan energi dalam negeri dapat terpenuhi tanpa harus mengorbankan rakyat. Langkahnya dengan kembali melihat potensi kekayaan sumber daya yang dimiliki bangsa Indonesia, mulai dari alam, tenaga kerja, modal, maupun kewirausahaan. Swasembada energi dapat dilakukan melalui melirik kembali kemungkinan pengembangan nuklir. Karena dengan nuklir akan mampu memenuhi kebutuhan energi masyarakat dalam skala besar, sebagaimana kebijakan ini juga dilakukan oleh negara-negara maju di dunia.

Selain itu, melalui optimalisasi penggunaan energi alternatif. Penemuan dan penelitian mengenai energi alternatif selama ini pemanfaatannya belum optimal. Padahal, apabila hasil-hasil penemuan tersebut diaplikasikan dan dimanfaatkan akan mengurangi ketergantungan terhadap BBM. Selain itu, energi alternatif lebih ramah lingkungan dan di Indonesia ketersediaan sumber dayanya melimpah.

Terakhir sebagaimana pesan Presiden SBY tampaknya budaya hemat perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan budaya hemat, setidaknya akan mampu mengurangi beban penggunaan energi.

read more

DAYA MAGIS SBY

0 komentar
Ungkapan yang menyatakan SBY dipasangkan dengan siapa pun, bahkan dengan sandal jepit sekalipun bakal menang, tampaknya mulai menuai kebenarannya.

Diplot berpasangan dengan Boediono yang notabene dari kalangan akademisi dan kurang dikenal publik, sempat memunculkan keraguan di banyak kalangan. Termasuk dari para partai pendukung koalisi yang menganggapnya sebagai blunder politik yang justru bisa menurunkan popularitas SBY sendiri.

Akan tetapi, keraguan tersebut akhirnya terjawab sudah. SBY secara meyakinkan mampu mengungguli lawan-lawan politiknya dengan kemenangan telak.

Perolehan suara SBY-Boediono yang demikian tinggi memang tak lepas dari sosok SBY. Figuritas SBY memang mempunyai daya magis tersendiri. Bak ibarat sihir, mampu mengubah sesuatu yang biasa menjadi luar biasa. Berkat SBY, nilai minus dari Boediono yang dianggap banyak kalangan sebagai tokoh neoliberalis dengan sendirinya terkikis dan seolah menjadi tak berarti. Sosoknya yang ”kalem” dan cenderung menempatkan diri sebagai tokoh protagonis yang tidak terlalu banyak berkoar, merupakan daya pikat bagi masyarakat Indonesia yang cenderung patriarkat. Berbagai sindiran dan serangan dari lawan-lawan politiknya justru membuat citranya semakin melejit.

Faktor lain yang menyebabkan kemenangan SBY secara mutlak adalah lawan tanding yang tak sepadan. Ibarat sepak bola, JK dan Mega hanyalah kuda hitam. Baik JK maupun Mega secara head to head kalah telak dengan sosok SBY. Hal ini tak lepas dari citra ”buruk” yang melekat pada keduanya.

Megawati dimata publik tidak mampu membuat perubahan secara signifikan tatkala diberi kesempatan untuk menjadi RI I pada tahun 2000. Kelemahan lain adalah citra mega yang dianggap terlalu ”lembut” sebagai pemimpin bangsa yang besar dengan segala kompleksitas masalahnya. Pun demikian jargon ”wong cilik”, ekonomi kerakyatan dan ”nasionalis” yang diusungnya, justru banyak bertentangan dengan kepemimpinannya sewaktu menjadi RI satu, yaitu citra sebagai penjual aset-aset bangsa.

Sementara JK, banyak pihak yang meragukan kinerjanya. Sebab, sebagai wakil presiden saja tidak banyak prestasi yang bisa dihasilkannya. Isu antineoliberalisme yang diusungnya ternyata tak mampu menarik simpati masyarakat Indonesia. Isu tersebut hanya menjadi isu yang elitis, sebab hanya berhasil memengaruhi opini publik pada tataran kalangan rasional (mahasiswa-pen) dan masyarakat kelas atas. Di samping itu, pencalonan JK sendiri ternyata menimbulkan friksi di internal partai berlambang pohon beringin itu sendiri. Sehingga suara dukungan partai menjadi tidak sepenuhnya bulat dan cenderung terpecah-pecah.

Di sisi lain, status SBY sebagai incumbent juga menjadi faktor keuntungan tersendiri. Dengan label incumbent, berbagai keberhasilan yang digapai pemerintah oleh masyarakat bisa dinilai dan diterjemahkan sebagai keberhasilan SBY. Sementara itu, dari sisi marketing status incumbent bisa menjadi alat yang lebih efektif dan efisien untuk mengenalkannya ke publik, dari Sabang sampai Merauke dan dari kota hingga pelosok-pelosok desa terpencil sekalipun.

Akhirnya, siapa pun yang terpilih menjadi presiden, yang terpenting semoga saja mampu merealisasikan janji-janjinya semasa kampanye.

read more

segalanya berawal dari petani

0 komentar
” Petani bukanlah segala-galanya, tapi segala-galanya berawal dari petani”
mungkin itulah ungkapan yang paling tepat untuk menggambarkan kontribusi atas jasa besar petani yang sungguh tiada tara. profesinya telah mampu menjaga kelangsungan hidup umat manusia.

Akan tetapi profesi yang terkait dengan pertanian mulai dari tani, petani ataupun pertanian, tentunya tak lepas dari stigma, kemiskinan, kelas bawah, dan tradisional. hal inilah yang merupakan hantu bagi mereka (mahasiswa) untuk menekuni dunia pertanian. menjadi ‘petani’ pastilah identik dengan madesur (masa depan suram) dan penuh dengan resiko.
Bagi mereka (mahasiswa) adalah lebih enak menjadi seorang guru, akuntan, tekhnisi ataupun politikus. sehingga wajar saja jika, bangku kuliah dijurusan seperti ekonomi dan tekhnologi laris manis dan penuh bahkan sampai berbebut kursi. disi lain pemandangan berupa banyaknya bangku kosong dijumpai pada berbagai jurusan pertanian.
padahal disatu sisi pertanian merupakan sektor yang sangat fundamental dalam menyokong kelangsungan hidup suatu bangsa. namun dengan kondisi saat ini dimana sektor pertanian mengalami keloyoan, merupakan problema besar yang harus segera diatasi. karena, jika tidak kekhawatiran indonesia akan mengalami krisis pangan dapat menjadi suatu kenyataan. apalagi dengan melihat beberapa kasus yang belakangan terjadi, mulai dari kelangkaan kedelai sampai pada masalah impor beras, yang ternyata mampu menggoyang stabilitas ekonomi masyarakat.
ironis memang, di negeri yang dahulunya bisa banggga dengan sebutan macan asia, karena kemampunnnya dalam produktifitas pangan. namun sekarang justeru menjadi macan ompong, yang tak mempunyai taring lagi untuk berkoar. kelebihan potensi alam, yang bahkan diibaratkan sebagai tanah surga, nyatanya tak mampu dimanfaatkan. krisis pangan pun menjadi sesuatu yang tidak dapat dielakan. apalagi dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang terus bertambah jumlahnya.
lesunya minat kuliah dijurusan pertanian, kiranya perlu segera diatasi .salah satunya yaitu dengan melakukan perubahan paradigma atas petani itu sendiri. posisi petani selayaknyalah diposisikan sejajar dengan guru yang disemati sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. ketika banyak guru yang notabene kesejahteraannya sudah dijamin oleh negara, mereka terus saja menuntut kenaikan gaji. lantas kapan petani pernah menutnut kenaikan ‘gaji’nya.
padahal dinegara seperti amerika saja profesi petani mendapat perhatian yang serius dari pemerintah. negara berani mengalokasikan anggaran negara yang cukup besar guna memberikan subsidi kepada petani.

read more

Membangun E-Learning Berbasis BLOG

0 komentar
Perkembangan teknologi informasi dewasa ini berkembang demikian pesat. Hal ini tidak lepas dari semakin majunya ilmu pengetahuan. Prekembangan teknologi yang demikian pesat telah merambah dalam berbagai ranah kehidupan, tak terkecuali dunia pendidikan. Tekhnologi telah mampu mengubah pola hidup dari cara-cara tradisional yang berbasis manual ke modern mekanik yang ternyata lebih efektif dan efisien.
Demikian halnya pula dalam dunia pendidikan. Seiring kemajuan tekhnologi berbagai produk –produk tekhnologi dijadikan sebagai alat, media maupun sumber belajar. Pemanfaatan tekhnologi dalam dunia pendidikan, secara nyata telah membantu efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran. Konsep yang saat ini sedang menjadi ‘trend setter’ terkait penggunaan tekhnologi dalam dunia pendidikan adalah e-learning (electronic larning). Definisi e-learning sendiri merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer lain (Hartley, 2001).
Sejak ditemukannya hingga sekarang, sudah banyak organisasi bisnis dan akademis yang menerapkan e-learning, contohnya Bank Mandiri, PT. SAP Indonesia, PT. Telekomunikasi Indonesia, IBM Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Padjadjaran. Di Amerika sendiri, pada tahun 2004 e-learning telah digunakan di hampir 90% universitas yang memiliki lebih dari 10.000 siswa, dan hampir 60% perusahaan telah atau mulai mengimplementasikan e-learning di perusahaan mereka.
Penggunaan e-learning dalam proses pembelajaran banyak memiliki dampak positif. Keuntungan menggunakan e-learning diantaranya yaitu menghemat waktu proses belajar mengajar, mengurangi biaya perjalanan,menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku),menjangkau wilayah geografis yang lebih luas,melatih pelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan. Sedangkan jika ditinjau dari segi efektifitasnya, Gartner pernah melakukan survey dan survey itu menunjukkan bahwa ternyata efektifitas e-learning tidak jauh berbeda dibandingkan dengan pelatihan tatap muka, bahkan e-learning dinilai lebih cost-effective dan jauh lebih efisien dalam penggunaan waktu belajar. Oleh karena itu pengemabngan e-learning dalam dunia pendidikan perlu dilakukan sosilasi lebih lanjut. Apalagi jika menilik geografis wilayah kita yang sangat luas dan belum meratanya tingkat pendidikan yang ada. Peggunaan dan pemanfaatan e-learning bisa jadi merupakan sebuah solusi dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan ditanah air.
Permasalahannya selama ini banyak anggapan bahwasanya membuat e-learning adalah sulit. Terlebih e-learning selama ini identik dengan penggunaan web yang membutuhkan pengelolaan sangat rumit dengan bahasa pemrograman yang hanya bias dikuasai oleh kalangan tertentu seperti dari jurusan informatika saja. Selain itu pengelolaanya yang membutuhkan dana cukup banyak dinilai banyak pihak menjadi tidak efektif dan efisien.
Seiring menjamurnya situs jejaring sosial yang notabene bukan hal asing lagi bagi sebagian masyarakat kita, adalah sebuah potensi besar untuk dapat memanfaatkannya sebagai alat, bahan maupun sumber belajar. Salah satunya adalah pemanfaatan blog yang notabene salsah satu jenis situs jejaring sosial dalam dunia pendidikan yakni sebagai model e-learning.
Blog merupakan sebuah halaman web yang biasanya berisi tulisan pribadi atau kelompok yang diurutkan berdasarkan waktu dan biasanya terdapat fasilitas kepada pengunjung untuk bisa memberikan komentar terhadap tulisan. Sebuah blog juga biasanya dilengkapi dengan fasilitas link, sindikasi, kalender, aggregator dan beberapa fasilitas penunjang lainnya. Fasilitas-fasilitas inilah yang menjadikan blog sebagai media yang menarik untuk dalam proses pendidikan yang lebih interaktif dan ‘entertain’
Pengelolaan blog yang mudah dan murah menjadikannya relevan sekali untuk dijadikan sebagai bentuk atau model e-learning. Mudahnya penggunanaan blog terbukti dengan perkembangan blogger (pengguna blog) yang sangat pesat. Pada akhir 2008, jumlah pblogger di indonesia bahkan mencapai angka 250.000 ribu lebih. Sebuah jumlah yang sangat paradoks bila dibandingkan dengan tingkat melek internet masyarakat.
Model e-learning Berbasis Blog
Model e-learning berbasis blog sebenarnya hampir sama dengan e-learning berbasis web maupun berbagai opensource e-learning lainnya. Dimana, konsep utama e-learning adalah tersedianya berbagai komponen pembelajaran dalam e-learning tersebut. yakni seperti adanya guru, siswa, metode dan media pembelajaran serta sumber dan bahan belajar.
Peran dan fungsi guru adalah sebagai manajer dalam proses pembelajaran. ia menyediakan berbagai materi dan bahan belajar, yang nantinya akan digunakan oleh para siswa. Ia juga yang membuat ‘rule of game’ dalam konsep pembelajaran nantinya. Serta tak kalah pentinganya adalah sebagai evaluator yang akan memberikan evaluasi terhadap hasil dari proses belajar mengajar dengan berbasis e-learning.
Dalam konsep e-learning berbasis blog, nantinya setiap siswa atau kelompok siswa mempunyai blog sendiri. Guru sebagai manajer pembelajaran, nantinya mengelingkan blognya dengan blog siswa. sehingga Didalam blog guru, terdapat semua daftar blog siswa. hal ini bertutuan agar guru dengan siswa, ataupun siswa dengan siswa terjadi interaksi dalam proses pembelajaran meskipun dalam dunia maya. Guru dapat memberikan komentar diblog siswa, baik berupa tanggapan, diskusi materi pelajaran, maupun penilain terhadap berbagai tugas yang diberikan guru. Sedangkan antar siswa, dapat diskusi, debat maupun bekerjasama terhadap berbagai permasalahan atau kesulitan belajar.
Dengan semakin banyaknya aplikasi-aplikasi yang ada, sumber ataupun bahan belajar yang digunakan semakin variatif dan lebih ‘entertain’ . Bahan pembelajaran dapat menggunakan bahan visual, audio maupun audio visual. seorang guru dapat menggunakan bahan ajar yang bisa di uploadkan kedalam blog, tak hanya sekadar bentuk tulisan, tetapi juga rekaman audio, gambar-gambar, film, animasi dan berbagai bentuk lainya yang lebih menghidupkan suasana belajar. Pun demikian halnya dengan siswa. semakin banyakanya aplikasi, siswa ddituntut untuk kreatif dalam proses pembelajaran. semisal, tugas-tugas belajar dikerjakan dalam bentuk animasi ataupun film.
Sepertihalnya bahan, media dan sumber belajar, metode pembelajaran pun mengikuti perkembangan tekhnologi yang ada. Banyaknya fitur maupun aplikasi-aplikasi yang ada, memungkinkan penggunaan metode pembelajaran semakin varatif. Adanya facebook, dapat digunakan sebagai metode pembelajaran dengan model diskusi. Ataupun adanya youtube, dapat digunakan sebagai metode pembelajaran yakni ceramah secara tidak langsung. Dan tentunya, masih banyak metode –metode pembelajaran lain yang dapat dikembangkan dengan memanfaatkan fasilitas tekhnologi yang ada. Tinggal bagaimana seorang guru dapat memanfaatkan berbagai sumber daya dan kreatifitasnya.
Akhirnya, semoga saja dengan pengembangan e-learning berbasis blog dapat memberikan sumbangsih terhadap peningkatan kualitas pendidikan ditanah air. semoga

read more
 

Sistem Akuntansi

Persamaan Akuntansi

Membuat Neraca